Reporter: harianjatim
Malang-harianjatim.com. Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM), menutup rangkaian Praktikum Internasional Kelembagaan 2026 melalui Closing Ceremony di Naiki Cafe, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut dikemas tidak sekadar sebagai seremoni penutupan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk merefleksikan pengalaman, memamerkan karya, dan berbagi pembelajaran selama mengikuti program praktikum internasional.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pameran poster, pemutaran video kilas balik, talkshow tematik, hingga pertunjukan musik.
Praktikum Internasional Kelembagaan 2026 merupakan hasil kolaborasi mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM dengan pelajar Program Kerja Sosial Universiti Kebangsaan Malaysia. Kolaborasi tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memahami praktik pelayanan sosial dalam perspektif internasional.
Kegiatan dihadiri Kepala Laboratorium Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM Eko Rizqi Purwo Widodo, Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial Hutri Agustino, Dekan FISIP UMM Fauzik Lendriyono, Kepala Biro Riset, Pengabdian dan Kerja Sama UMM Salahudin, serta Kepala International Relations Office (IRO) UMM Listiari Hendraningsih.
Pameran poster menjadi salah satu bagian yang menonjol dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa menampilkan dokumentasi, pengalaman, dan hasil pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti praktikum.
Melalui karya visual tersebut, mahasiswa berkesempatan menyampaikan proses pembelajaran sekaligus berbagi pengalaman kepada sivitas akademika dan tamu yang hadir.
Suasana kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video kilas balik. Berbagai momen selama pelaksanaan praktikum ditampilkan kembali sebagai bahan refleksi atas proses belajar dan interaksi yang telah dilalui mahasiswa.
Selain itu, talkshow tematik membahas sejumlah bidang praktik kesejahteraan sosial, mulai dari pelayanan sosial bagi penyandang disabilitas, praktik koreksional terapi, pelayanan sosial kepada anak dan remaja, hingga praktik pekerja sosial medis.
Diskusi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami berbagai persoalan dalam praktik pekerjaan sosial sekaligus menghubungkannya dengan kompetensi yang dibutuhkan sebagai calon pekerja sosial profesional.
Kegiatan semakin semarak dengan penampilan live music oleh Distra Teman Netra RSBN. Kehadiran para musisi tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan pesan tentang pentingnya inklusivitas, kesetaraan kesempatan, dan penghargaan terhadap potensi setiap individu.
Kepala Laboratorium Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM Eko Rizqi Purwo Widodo mengatakan, praktikum internasional menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa karena memberikan pengalaman di luar ruang kelas.
Sementara itu, Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM Hutri Agustino menilai pengalaman praktikum penting untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan kesejahteraan sosial dalam berbagai konteks kelembagaan.
Dekan FISIP UMM Fauzik Lendriyono turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, pengalaman praktis, kreativitas, dan jejaring internasional.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga terlihat dari kehadiran Kepala Biro Riset, Pengabdian dan Kerja Sama UMM Salahudin serta Kepala IRO UMM Listiari Hendraningsih. Kehadiran keduanya menunjukkan pentingnya sinergi antara program studi, fakultas, dan unit pendukung universitas dalam memperkuat pengalaman internasional mahasiswa.
Closing Ceremony Praktikum Internasional Kelembagaan 2026 pun menjadi lebih dari sekadar penanda berakhirnya sebuah program. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merayakan karya, merefleksikan pengalaman, memperkuat jejaring, sekaligus menegaskan pentingnya nilai inklusivitas dalam praktik kesejahteraan sosial.
Melalui pengalaman tersebut, Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM terus mendorong pembelajaran yang kontekstual dan transformatif agar mahasiswa memiliki bekal menjadi pekerja sosial yang profesional, adaptif, berwawasan global, serta peka terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.
(rls/red)


